Artikel

Solusi Wujudkan Pendidikan yang Efektif di Wilayah 3T

By 9 April 2019 No Comments

Penguatan pendidikan karakter menjadi solusi untuk mewujudkan pendidikan yang efektif di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T) di Indonesia. Metode yang digunakan adalah melalui pendekatan budaya masyarakat. Ini karena masing-masing daerah punya ciri khas sendiri.

Bahasa dan penyebutan istilah bisa disesuaikan dengan yang digunakan sehari-hari. Implementasi di lapangan berupa permainan tradisional dan kegiatan yang biasa dilakukan masyarakat setempat.

“Di lingkungan sekolah yang ada di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, ada metode musyawarah mufakat yang namanya kulababong. Itu sistem musyawarah yang harus menjadi budaya di sekolah,” jelas pakar analis Pendidikan Kebijakan di Pusat Analisis dan Kebijakan Sinkronisasi (PASKA), Doni Koesoema A saat diwawacarai usai peluncuran buku Panduan Praktis Penguatan Pendidikan Karakter di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, ditulis Rabu, 23 Januari 2019.

Ketika ada rapat kelas maupun kelas bermasalah, siswa harus kumpul. Pun begitu kalau ada kegiatan masing-masing kelas dan sekolah, harus melalui musyawarah bersama.

Doni menceritakan, nilai-nilai penguatan pendidikan karakter bisa diadopsi dari kebiasaan masyarakat. Di beberapa daerah, ada budaya makan bersama-sama dalam satu wadah.

“Saya tidak tahu namanya (istilah) apa. Tapi mereka sudah biasa makan bareng. Nah, hal itu akhirnya diajarkan di sekolah. Ada nilai kebersamaan. Makan di satu tempat yang sama. Merasakan hasil bumi yang sama,” jelas Doni.

Leave a Reply